Konferensi Pers terkait perkara penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga BBM solar yang disubsidi pemerintah di Mapolda Jabar

Laporan : Yatiman

Bandung, metropuncaknews.com – Kepolisian Daerah Jawa Barat gelar konfrensi pers pengungkapan perkara penyalahgunaan pengangkutan dan atau niaga BBM solar yang disubsidi pemerintah, Senin (10/9).

Konpers tersebut digelar di Mapolda Jabar Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung. Kapolda Jabar Irjen pol Drs.Agung Budi Maryoto,M.Si didampingi Wakapolda Jabar, Kabid Humas dan Jajaran Ditkrimsus Polda Jabar .

Dalam keterangan persnya,  Kapolda Jabar mengatakan, penyalahgunaan dan  pengangkutan niaga bahan bakar minyak jenis solar yang di subsidi pemerintah, ditemukan oleh petugas Unit III Subdit I Ditkrimsus Polda Jabar pada Kamis 06 September 2018 di jalan Fatahilah Desa Megu Gede Kec Weru Kab Cirebon.

Ada pun tersangka Dedi Herman Setiawan (49) sebagai Direktur Utama PT. Ferse Mandiri Sejahtera. Modus operandinya, tersangka membeli BBM jenis solar bersubsidi ke SPBU dengan menggunakan truk tangki air dengan memasang pompa untuk memindahkan solar bersubsidi tersebut.

Selanjutnya solar subsidi tersebut dibawa ke gudang yang beralamat di jalan Fattahilah Desa Megu Kec Weru Kab Cirebon untuk di pindahkan dari tangki air ke dalam kendaraan tangki transfortir yang bertuliskan PT Andika Jaya dengan menggunakan mesin pompa alkon. Selanjutnya BBM solar bersubsidi tersebut dijual untuk kepentingan. industri.

Tersangka melakukan pembelian BBM solar bersubsidi tiap hari dari SPBU dengan harga Rp.5.150./liter utk operator SPBU Rp.200 /ltr. Pembelian BBM tersebut dilakukan setiap hari pada malam hari. Untuk satu kali pembelian sebanyak 3000 liter, 6000 dan 8000 liter. Tersangka menjual BBM jenis solar bersubsidi ke perusahaan industri dgn harga Rp.7.300/liter. Dalam satu minggu rata rata sebanyak 3 (tiga) kali untuk satu kali kirimnya sebanyak 8000 liter dengan keuntungan perliternya Rp.1950  yang total keuntungannya mencapai Rp. 15.600.000.perminggunya.

Turut diamankan sebagai barang bukti 4 unit kendaraan mobil tangki dari berbagai merek yang digunakan untuk mengangkut Solar. 2 (dua) buah tangki bahan bakar orginal. 1 Buah mesin Alkon, 2 Buah Selang, 1 Gulung kabel terminal, 1 Unit Charger Accu, 23 Lembar Struk pembelian SPBU Pangenan, 11 lembar struk pembelian SPBU Gebang, 6 lembar struk pembelian SPBU Gempol.

Saat ini kasusnya ditangani Ditkrimsus Polda Jabar dan tersangka dijerat Pasal 55 Undang Undang RI No.22 Th 2001 Tentang minyak dan Gas Bumi dengan ancaman Hukuman Pidana penjara selama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here