Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Pilkades Neglasari Kecamatan Bojongpicung  Cianjur yang diikuti calon No.Urut 1. Deni Suarna S. Pdi, No. 2 H. Dadang Supendi, No 3. Enci Nurhayati S.Ip, No 4. Trio Suwandi dan No. 5. Rizki Anugrah Miraj.

Pilkades tersebut, dilaksanakan di 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Yakni TPS I di dalam GOR Desa Neglasari,  TPS II di Kampung Sukamulya dan TPS III di Kampung Benong. Setelah selesai penghitungan suara, yakni No 3 dinyatakan menang karena mendapat suara terbanyak.

Namun sayang kemenangan No 3 ditolak pihak Calon Kades lainnya. Pasalnya, pihak BPD dan Panitia diduga curang, ikut bermain mendukung salah seorang calon Kades. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukan barang bukti  berupa uang, kerudung dan makanan dari salah seorang Calon Kades.

Atas adanya kejadian tersebut, Calon Kades No, 1,2,4 dan 5 beserta para pendukungnya menyatakan akan melakukan protes dan unjuk rasa. Karena tidak menerima hasil pelaksanaan Pilkades Neglasari.

Salah seorang calon Kades Neglasari, Dadang Supendi menjelaskan, pihaknya mengaku dirinya tidak terima atas hasil pelaksanaan Pilkades Neglasari.  Pihak BPD dan Panitia wajib menjaga netralitasnya. Tidak memihak pada salah seorang Calon Kades mana pun.

Tapi nyatanya, pada pelaksanaan Pilkades Neglasari pihak BPD dan Panitia diduga curang. Ikut bermain dengan salah seorang Calon Kades, hingga Calon Kades No 3 suaranya unggul. Selain itu pihaknya beserta 4  orang Calon Kades telah mengantongi barang bukti seperti adanya politik uang senilai Rp.50 ribu, kerudung dan kupon makanan.

Karena itu, 4 orang Calon Kades, sepakat akan melakukan protes dan unjukrasa pada pihak BPD dan Panitia. “ “ Hal ini akan kami teruskan pada pihak kecamatan dan Pemkab Cianjur,” ujar Dadang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Neglasari, H Endas menjelaskan, kalau memang adanya keberatan dari pihak calon Kades mana pun, itu dipersilakan untuk melakukan pengaduan. Karena didalam aturan itu diperbolehkan. Namun batas waktu akhirnya hanya tiga hari setelah pelaksanaan Pilkades. Selain itu juga jenis aduannya harus jelas dan disertai bukti kongkrit.

Endas menegaskan, kalau merasa tidak puas terhadap kinerja panitia nanti akan ditangani pihak panitia. Pengaduannya tidak puas atau adanya kecurangan pada salah seorang calon yang nakal maka akan menghadirkan calon yang diadukannya. Bila pengaduannya atas  ketidak netralan BPD maka akan dimusyawahkan dengan pihak BPD itu sendiri.

“ Kalau mempermasalahkan C7 daftar hadir pemilih, ditiadakan hal itu karena untuk memperlancar proses pelaksanaan Pilkades. Supaya jangan terjadi saling dorong di pintu masuk dan hal itu berdasarkan musyawarah, kesepakatan bersama para saksi dari seluruh Calon Kades,” jelas H. Endas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here