Jalan di Cisel yang masih rusak dan sempit

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Jalan sepanjang 32 KM di Cianjur Selatan milik Pemda Cianjur, masih sempit dan rusak parah. Padahal jalan itu, merupakan urat nadi keseharian warga sembilan desa di wilayah Kecamatan Cibinong Kabupaten Cianjur.

Jalan lintas Cianjur Selatan-Bandung, yang menghubungkan sembilan desa di wilayah Kecamatan Cibinong itu, yang meliputi Desa Ciikangkareng, Pamoyanan, Kalapanunggal, Cimaskara, Mekarwangi, Cipayung, Padasuka, Mekarmukti dan Sukamanah sampai dengan Lewigudang. Konon katanya belum pernah tersentuh bantuan pembangunan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media belum lama ini. Di jalur jalan Mekarmukti-Padasuka-Cimaskara, terjadi laka tunggal satu unit mobil Mitshubishi elf jurusan Ciwidey-Kalapanunggal berpenumpang, masuk jurang yang menewaskan satu orang penumpang.

Kondisi jalan bebatuan, sempit serta tidak adanya penerangan jalan umum. Sehingga rentan terjadinya kecelakaan. Maka dari itu masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur segera membangun jalan tersebut.

Kepala Desa Mekarmukti A Somantri (51), mengatakan, sejak tahun 2009 hingga sekarang belum pernah tersentuh. Baik untuk perbaikan maupun pembangunan jalan yang masuk jalan Pemda Cianjur ini.

“Kalaupun memaksakan menggunakan Anggran Dana Desa (DD), untuk perbaikan jalan tersebut. Tetap tidak bisa, sebab kami terbentur dengan aturan dari Kemendes. ADD kan hanya untuk infrastruktur jalan yang masuk wilayah jalan Desa,”Katanya, Kamis (20/6).

A.Somantri melanjutkan, kami pihak Pemerintah Desa, sudah berupaya mengajukan dengan membuat peroposal yang ditujukan ke Pemda Cianjur dan Pemprov Jabar, namun sampai saat ini belum pernah ada tindak lanjutnya.

“Untuk sementara, mengantisipasi jalan yang ruksak ini, kami bersama warga juga para tokoh. Memperbaikinya dengan cara gotong royong untuk menutupinya dengan batu-batu seadanya. Sebab jalan ini, merupakan urat nadi bagi warga desa kami juga yang lainya, karena setiap harinya masyarakat jalan ini,”ujarnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Kusmarwan (45), membenarkan, bahwa kondisi jalan yang masih kecil juga masih bebatuan itu, sudah hampir berpuluh puluh tahun belum ada Perbaikan.

“Kami juga sama seperti warga yang ada di kota, setiap tahunnya membayar pajak bumi dan bangunan. Tapi anehnya, jalan ke desa kami yang setatusnya jalan kabupaten, dari dulu gini-gini terus, belum ada perubahan. Kalau dibilang merdeka kayanya belum merdeka kang (red),” cetusnya.

Ia melanjutkan, harapan warga desa kami juga desa lainya, memohon dengan sangat kepada Pemda cianjur, untuk memperbaikinya, bila perlu dibangun dengan coor beton seperti jalan Kabupaten Bandung.

“Walaupun berada dibagian pinggir Kabupaten Cianjur. Hakekatnya domisili kami juga masuk wilayah Kabupaten Cianjur, yang tentunya ingin menikamati program jalan raya mulus seperti di daerah lainya. Padahal saat ini kan Gubernur Jawa Barat sedang menggembor-gemborkan jalan mulus (jamu), tapi yang kami rasakan tetap saja jalan goreng alias ‘Jago’,” tegas Kusmawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here