Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Wanasari Naringgul Cianjur Selatan, rela mengundurkan diri dari KPM Program Keluarga Harapan (PKH).

Alasannya mengundurkan diri secara graduasi mandiri, lantaran sudah merasa bisa mencari uang sendiri. Meski tak sepenuhnya terpenuhi, tapi ingin memberikan ruang bagi warga lainnya. Selain itu, masih banyak yang lebih berhak mendapatkan bantuan.

Adapun jumlah penerima PKH di Desa Wanasari tahun 2020 sebanyak 370 KPM. Dari jumlah tersebut sebanyak 25 KPM kini mengundurkan diri secara graduasi mandiri.

Awak media menghubungi salah seorang penerima manfaat yang mengundurkan diri dari KPM PKH di Desa Wanasari Naringgul Cianjur Selatan, Minggu, (19/07).

Dia adalah Ratna Juwita (26) warga Kampung Pangkalan Desa Wanasari, yang kini berjualan cimol (makanan ringan) dan toko pakaian.

Ratna mengaku, sejak 2018 silam dirinya mendapat bantuan tersebut. Menurutnya, karena usianya masih produktif dan bisa usaha/bekerja secara mandiri, jadi ia rela mengundurkan diri.

” Jujur saja pertama karena usia saya masih muda, sehingga masih bisa bekerja, semisal jualan Cimol atau bisnis pakaian yang saat ini saya jalani,” tutur Ratna saat dihubungi via telepon sellular, Minggu (19/07).

Lanjut Ratna, maaf bukannya sombong dengan menolak bantuan, tapi hanya ingin memberikan ruang bagi warga yang benar-benar lebih membutuhkan, yang tingkat perekonomiannya masih rendah.

” Saya juga tentunya sangat berterima kasih kepada pemerintah yang sudah mengadakan program PKH untuk membantu warga miskin. Dengan adanya program PKH, jujur saja saya jadi bisa mandiri sehingga mempunyai usaha kecil-kecilan baik jualan baju maupun Cimol. Selain itu saya juga mendapat ilmu selama menjadi peserta PKH dan banyak pelajaran bimbingan dari pendamping PKH,” tandasnya.

Terpisah, pendamping PKH Desa Wanasari Supriatna membenarkan adanya pengunduran diri secara graduasi mandiri sejumlah 25 KPM itu. Adapun 4 peserta KPM sudah keluar atau mengundurkan diri dari sejak Finalclosing tahap 3 dan yang 21 KPM lainya pada Finalclosing Tahap 4 tahun 2020 ini.

” Tentunya kami selaku pendamping sosial PKH Desa Wanasari sangat mengapresiasi sekali kepada Ibu Ratna Juwita dan ibu Ani semenjak menjadi peserta PKH pada tahun 2018 lalu, dengan komponen dini mempunyai 2 orang anak untuk ibu Ratna Juwita dan ibu ani Komponen Anak SMA, karena berhasil mengelola usaha sampingan dengan cara jualan makanan cimol dan sale pisang. Keduanya mendapatkan penghasilan yang cukup lumayan, sehingga mampu untuk membiayai tambahan keluarganya. Adapun pengunduran diri dari peserta PKH dengan secara sadar atau geraduasi mandiri dengan tujuan ingin memberikan ruang kepada yang lainya,” Ujarnya Supriatna yang saat itu berada dikantor sekertariat PKH Desa Wanasari.

Supriatna bersyukur melalui bimbingan dan arahan dari koordinator PKH Kabupaten Cianjur wilayah 4 dan supervisor. Karena sampai saat ini pihak pendamping PKH Desa Wanasari mampu menghasilkan Graduasi Mandiri sebanyak 25 KPM. Mereka keluar dengan berbagai alasan dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

” Berbagi alasan dari KPM diantaranya sudah merasa mampu, ingin memberikan kesempatan kepada orang lain yang sangat membutuhkan dan sudah mempunyai usaha sendiri. Pencapaian ini juga berkat koordinasi dan dukungan dari pemerintah Desa Wanasari. Semoga dengan adanya KPM yang graduasi mandiri bagi KPM lainnnya mampu mengikuti untuk keluar dari peserta PKH,” tandas dan harapnya.

Berikut nama-nama penerima KPM yang mengundurkan diri di Desa Wanasari Ani, Yati, Tini, Siti, Aminah, Ratna Juwita, Wida, Doneng, Nuraeni, Amih, Enung, Yani, Linda, Sariyah, Yanti, Raminih, Tarminah, Ani Nuraeni, Eros, Hayati, Anah, Ela,Mimih dan Wati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here