Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 165 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 4 kedusunan Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur, mendapat Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Masing-masing KPM menerima Rp. 600.000,- ( enam ratus ribu rupiah).

Pembagian BLT DD tersebut, berlangsung di aula Desa Mekarsari, dengan mengikuti protokotol kesehatan sebagaimana yang  dianjurkan pemerintah dan Maklumat Kapolri dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.

Panitia pelaksana kegiatan Firman A mengatakan, yang mendapat bantuan BLT DD tersebut, adalah KPM diluar dari data PKH, BPNT, dan BST Kemensos. Untuk jumlah penerima bantuan selama pandemi virus covid-19 di Desa Mekarsari saat ini berada di kisaran angka 2.445 KPM atau mencapai 50-60%an.

” Untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan selama pandemi Covid-19 ini jangan khawatir, karena saat ini masih dilakukan perekapan, dan sedang mengusahakan supaya semuanya mendapat bantuan,” kata Firman.

Saat ditemui diruang kerjanya, Kepala Desa Mekarsari Ujang Rahmat membenarkan, bagi masyarakat yang belum mendapatkan diharapkan bersabar dulu. Karena pihaknya sedang melakukan perekapan data dan akan terus mengupayakan supaya semua mendapat bantuan ditengah pandemi Covid-19 ini.

” Saya sarankan pada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan untuk menyiapkan poto kopi KTP kemudian diserahkan kepada ketua RT untuk didata,” ujarnya.

Disamping itu Ujang juga menjelaskan alasan kenapa ada keterlambatan pencairan. Paslnya, banyak ditemukannya data yang double. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan masalah sosial. Artinya jangan sampai ada double data, baik di Desa Mekarsari maupun di desa tempat tinggalnya sekarang.

” Polemik yang ada saat ini, masih terdapat warga yang double data, sehingga mendapat bantuannya pun double. Nah, yang saya maksudkan disini itu keberadaan warga tersebut artinya jangan sampai seperti itu, kasihan yang belum mendapat bantuan. Sekalipun bantuan itu dari pemerintah, pronvinsi, daerah, desa ataupun bantuan lainnya,” terangnya.

Selanjutnya Ujang mengimbau masyarakat, agar menerapkan aturan pemerintah dan Maklumat Kapolri terkait pencegahan penyebaran Covid-19. dan kalaupun masih ada yang mendapar bantuan double, diharapkan mau berbagi dengan yang lainnya. Karena masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan,” tandasnya.

Sementara Camat Cianjur Kota Tom Dani Guardiat yang saat itu hadir diacara tersebut mengatakan, jangan sampai Bantuan Langsung Tunai (BLT) ini, menjadi Bantuan Langsung Salah Miceun (BLSM). Artinya, bantuan yang tidak tepat sasaran.

” Ya, memang pencairan ini sebetulnya ada keterlambatan tidak sesuai dengan surat edaran. Namun, karena dikhawatir banyak data yang tumpang tindih (double) dengan bantuan lainnya, akhirnya dilakukan kembali perekapan data, supaya lebih tepat sasaran dan tidak ada KPM yang double menerima bantuan, kan bisa menimbulkan masalah sosial kalau begitu,” kata Tom Dani dengan candanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here