Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ribuan massa buruh pabrik bersama mahasiswa kepung gedung DPRD Kabupaten Cianjur. Aksi tersebut merupakan lanjutan dari aksi dua hari sebelumnya dalam upaya melakukan penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law, Kamis (08/10).

Berdasarkan pantauan awak media, ribuan massa yang berasal dari para buruh pabrik dan mahasiswa benar telah mengepung gedung DPRD Kabupaten Cianjur di Jalan Kh. Abdullah Bin Nuh.

Akibat turunnya massa ke jalan, Jalan Raya Cianjur-Bandung sempat mengalami macet total. Lantaran dipenuhi massa aksi hingga mencapai lima kilometer di jalan tersebut.

Adapun buruh yang tergabung dalam wadah Aliansi Buruh Cianjur (ABC) yaitu dari perwakilan DPC SPN, KC FSPMI, DPC PPMI dan FC FSP RTMM SPSI Cianjur.

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Cianjur, Asep Saepul Malik mengatakan, ini hari ketiga aksi unjuk rasa lanjutan. Bergerak melawan serentak nasional, sebagai bentuk perlawanan penolakan omnisbus law. “ Kami kaum buruh jelas sangat dirugikan karena perlindungan terhadap kaum buruh ditiadakan,” kata Asep Saepul.

Salah seorang karyawan PT. PYI, Fredy menambahkan, ini bukti kemarahan para buruh khususnya di Cianjur, yang jelas-jelas menolak adanya RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

” Hari ini dipastikan ada sekitar 10 ribu karyawan/buruh yang berasal dari PT PYI, PT Fasic Indonesia, Aurora, Mayora dan beberapa karyawan pabrik lainnya yang mogok kerja supaya tidak produksi demi melakukan penolakan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law. Karena ini merupakan aksi unjuk rasa lanjutan setelah dilakukan dua hari sebelumnya,” tambahnya.

Massa aksi menyerukan, jika masih belum ada keputusan yang jelas. Massa akan terus melalukan aksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here