Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Sedikitnya 12 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan Jawa Barat, mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun Anggaran 2020. Banuan tersebut diberikan dari kucuran dana Pemerintah Pusat.

Adapun bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan fisik dan pengadaan alat kesenian. Misalnya di SDN Ciparay dan Riung Gunung, mendapatkan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) dan bantuan rehab bangunan Toilet.

Adanya bantuan DAK itu jelas sangat disambut baik dan diapresiasi sekali oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri Ciparai Didin Suharyono. Alhamdulillah ya, SDN Ciparay mendapat bantuan ruang kelas baru yang tentunya akan sangat bermanfaat sekali.

” Mewakili para kepala sekolah di Kecamatan Naringgul, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dinas Pendidikan Cianjur yang sudah menggalokasikan anggaran untuk pembangunan RKB, satu lokal kelas dan rehab toilet dengan sanitasinya. Nah, dengan adanya bantuan ini,  sungguh sangat membantu sekali ya khususnya disekolah kami, sehingga belajar dan mengajar pun menjadi lancar,” ungkap Didin.

Adapun anggarannya, lanjut Didin, untuk pembangunan satu Lokal RKB sebesar Rp. 181.828.000,- dan untuk rehabilitasi toilet sebesar Rp. 34.400.000,-.

“Untuk SDN Ciparay saya berharap, semoga tahun depan bisa mendapatkan kembali bantuan untuk RKB, lantaran masih ada satu lokal lagi yang kondisinya sudah tidak layak. Terus terang saja kalau semua bangunan ruang kelas bagus, tentu sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada 200 murid,” pungkasnya.

Sementara itu, Budi Permana Kasubag  Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur menjelaskan, untuk di Kecamatan Naringgul memang benar ada sebanyak 12 Sekolah Dasar yang mendapatkan bantuan dari anggaran DAK pusat. Diantaranya dua Sekolah mendapatkan bantuan RKB, kemudian enam sekolah mendapat bantuan fisik rehab toilet guru dan murid dan empat sekolah lainnya mendapatkan bantuan peralatan kesenian.

” Bantuan fisik ini bersumber dari  DAK pusat tahun anggaran 2020, teknis pekerjaannya semuanya di swakeloala artinya pekerjaan tidak dikontaktualkan kepada pihak ketiga. Jadi ada kewenangan di pihak sekolah atau panitia pembangunan sendiri. Berbeda dengan kebijakan bantuan fisik di tahun 2021 semuanya akan dikontaktualkan kepada pihak ketiga,” ujar Budiman, Minggu (18/10).

Budi menambahkan, untuk hasil Monep Kamis (15/10) kemarin, pihaknya dengan tim dari beberapa sekolah, setelah dicek alhamdulillah semua pekerjaannya bagus. Artinya pelaksana pekerjaan sudah sesuai denga spek anggaran yang ada.

” Semisal untuk pembangunan ruang kelas baru di SDN Ciparay dan Riung Gunung semuanya bagus-bagus dan sesuai dengan spek yang ada, jadi tidak ada permasalahan,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here