Laporan : Sandi

Cianjur,metropuncaknews.com – Sebanyak 11 orang yang baru pulang dari zona terpapar wabah virus covid-19 di Naringgul, kini berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Berdasarkan keterangan warga, ke 11 orang tersebut adalah satu orang asal Desa Margasari, tiga orang Desa Naringgul, lima orang Desa Balegede, dan dua orang asal Desa Sukabakti.

Saat ini orang-orang tersebut sedang menjalani isolasi mandiri sesuai perotokoler kesehatan di masing-masing rumahnya. Selama isolasi, tim media kesehatan Puskesmas Naringgul melakukan pemantauan.

Kepala Puskesmas Naringgul dr. Yogeswara membenarkan, saat ini diwilayah Kecamatan Naringgul, terdapat 11 orang yang masuk kriteria ODP yang kini dalam pemantauan pihaknya.

” Saat ini orang kriteria ODP ini belum ada yang mengarah ke kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kini kondisi ODP itu semakin membaik. Alhamdulillah hasil Rapid test petugas medis Puskesmas pun negatf, jadi artinya tidak ada gejala mengarah ke positif terpapar Covid-19,” terangnya saat dihubungi via whatsapp, Selasa (14/04).

Lanjutnya, rata-rata orang dalam kriteria ODP ini, adalah yang memiliki riwayat perjalanan kepulangan dari daerah zona merah.

” Kami mengimbau pada masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Naringgul, apabila pulang perjalanan dari zona merah. Mohon kiranya untuk melakukan isolasi mandiri dimasing-masing rumahnya selama 14 hari. Semisal ada gejala-gejala mengarah demam tinggi, batuk, pilek yang tidak berangsur sembuh, bisa menghubungi petugas kami dikontak person yang sudah kami sebarkan, nantinya petugas khsusus akan datang,” tambahnya.

Sementara, Plt Camat Naringgul Ijuh Sugandi menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan masing-masing kepala desa untuk menyiapkan tempat isolasi bagi masyarakat yang dinyatakan ODP.

” Dari 11 desa yang ada di wilayah Kecamatan Naringgul, Alhamdulillah sudah menyiapkan ruang/tempat isolasi untuk warga yang membutuhkan dan berstatus ODP. Adapun untuk biaya makannya kami berkoordinasi dengan kepala desa, supaya mengurus dengan para RT/Rwnya masing-masing,” ujarnya.

Terakhir, Ijuh mengatakan, apabila ada yang baru datang dari zona merah, hendaknya tidak keluyuran. Lebih baik melakukan isolasi selama 14 hari di rumah.

“Mari kita pertahankan Cianjur sebagai zona hijau, artinya bersama-sama melawan penyebaran virus covid-19. Karena ini tugas kita semua bukan tugas pemerintah saja, tetapi dalam hal ini dimohon kerjasamanya untuk perangi wabah virus covid-19 ini,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here