Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Banyaknya bencana di tahun 2018, menggugah Sigab Persis Korda Cianjur. Dari beberapa bencana ringan hingga berat,  mereka selalu action di lokasi kejadian.

Keikutsertaannya dalam membantu korban bencana, tidak hanya di wilayah Cianjur saja, melainkan mereka juga diterjunkan langsung keluar kota, bahkan keluar Pulau Jawa.

Tim Siaga Bencana yang baru dilantik ini, memang selalu hadir menjadi relawan kemanusiaan. Seperti pada akhir tahun 2018 saja, mereka diterjunkan ke lokasi bencana Cisolok, Merak, Lampung, Palu dan wilayah lainnya.

Menyikapi hal tersebut, karena masing-masing divisi di Persatuan Islam (Persis), memiliki program. untuk Sigab Persis Korda Cianjur sendiri. Yaitu merencanakan gerak nyata membantu korban bencana di tahun 2019.

Rabu (6/2), di aula Persistri Pesantren Persatuan Islam 04 Cianjur, di Jalan Dr. Muwardi no. 171c Bypass Cianjur, Sigab Persis Korda Cianjur mengadakan rapat kerjanya.

Dalam rapat tersebut yang dibahasnya adalah program rencana kerja di tahun 2019. Yaitu siap siaga membantu bencana.

Komandan Sigab Persis Korda Cianjur Rusydan Taufik mengatakan, melihat kondisi di tahun 2018 sampai dengan awal 2019, bencana sudah tidak bisa dihitung lagi. Baik yang ringan, sedang, bahkan berat.

” Menyikapi hal itu, rasanya perlu adanya sosialisasi tentang antisipasi bencana atau upaya pasca bencana. Apalagi melihat tata letak kondisi Kabupaten Cianjur ini, berada di urutan pertama dan paling banyak potensi bencana. Maka dari itu, kami akan segera mensosialisikan hal ini sebagai upaya penyelamatan dan menjaga keselamatan,”  kata dia.

Lanjut Rusydan, kedepan pihaknya akan berupaya membuat Santri Siaga disetiap pesantren.  Kampung Siaga dan Desa Siaga yang ada di Kabupaten Cianjur. Selain itu juga, pihaknya akan bekerja sama dengan elemen-elemen lain yang berhidmat di dunia kemanusiaan. ” Intinya kami akan mensosialisasikan ke masyarakat Cianjur khususnya,  tentang cara penanggulangan bencana, dan kami pun akan membentuk santri siaga di stiap pesantren Cianjur (SSB), desa siaga bencana (DSB) di setiap desa yang memang di plot di  desa yang rawan bencana,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here